Dua Pemain Timnas Asal Malteng, Jadi Kunci Indonesia di Piala AFF 2016 – FAJAR Malteng
Bola

Dua Pemain Timnas Asal Malteng, Jadi Kunci Indonesia di Piala AFF 2016

fb_img_1480289304229-1

Laporan: Rahmat Tunny, Wartan Fajar Malteng di Jakarta

INDONESIA telah memastikan langkah mereka maju ke babak semifinal Piala AFF 2016, usai mengalahkan Singapura 2-1 di Stadium Rizal Memorial, Jumat (25/11) kemarin. Kemenangan Indonesia ini diraih dengan perjuangan yang begitu besar dan penuh emosi.

Andik Varmansah dan Stefano Lilipaly menjadi pahlawan bagi tim Garuda Muda. Namun, kemenangan itu bukan seutuhnya berkat kerja keras Andik dan Stefano, tetapi lebih kepada kerja tim.

fajar-malteng-apps-android

Timnas Indonesia hingga saat ini belum pernah merasakan manisnya menjadi juara dalam turnamen akbar di ASEAN ini. Pasukan Garuda Muda sering menjadi penghuni runner-up dalam kompetisi tersebut. Tercatat, Indonesia sudah menjadi juara kedua sebanyak empat kali dalam Piala AFF, yakni di tahun 2000, 2002, 2004, dan 2010.

 manahati-lestusen-indonesia-aff-suzuki-cup-2016_ryfv5nmyoob5153d1y05wc9b9

Kini Indonesia mulai bangkit lagi dan memiliki peluang untuk melaju ke babak final. Lawan Indonesia di semifinal adalah Vietnam yang masih memiliki kekuatan seimbang dengan Timnas Indonesia.

Dari beberapa deretan punggawa Indonesia di Piala AFF 2016, ada sedikit menarik untuk dilihat, yakni dua juru kunci palang pintu Timnas Indonesia yang menjadi pilihan utama bagi sang pelatih Alfred Riedl. Dua pemain kunci ini berasal dari Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Maluku.

Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu adalah pemain kunci bagi Garuda Muda di lini belakang Indonesia. Kedua pemain ini sering menjadi pilihan utama bagi Alfred Riedl di Piala AFF 2016.

Dua pemain asal Malteng ini bukan hanya menghiasi deretan nama-nama pemain di Piala AFF, tetapi lebih pada pemain kunci bagi skuad Merah-Putih.

Manahati yang saat ini membela PS TNI telah menyatakan siap memberikan terbaik buat Indonesia saat menjamu Vietnam pada 3 Desember nanti di putaran pertama, sebelum memainkan putaran kedua pada 7 Desember.

dua-pemain-timnas-malteng-oke

Manahati berharap, semua rekan timnya bekerja keras untuk meraih kemenangan di leg pertama, yang menjadi modal untuk laga keduanya.

“Kami ingin mencari kemenangan pada leg pertama, apalagi bermain di kandang sendiri. Tentunya, sebagai pemain saya ingin menjadi pemain inti ataupun kembali dimainkan. Tapi semua kembali lagi kepada keputusan pelatih,” kata Manahati setelah tiba di Indonesia.

Manahati lahir di pada 17 Desember 1993, di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng ini, diturunkan oleh Alfred Riedl saat menjamu Singapura sebagai pemain pengganti. Kehadiran Manahati dalam tim membawa perubahan hingga Indonesia memastikan tiket Semifinal.

Sementara Abduh Lestaluhu adalah pilihan utama Riedl di setiap laga Indonesia, baik saat laga uji coba hingga di Piala AFF. Abduh juga berhasil memainkan gaya menyusup ke lini serang lawan yang bisa mengancam gawang lawan.

Pemain kelahiran Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng ini sudah menjalani semua pertandingan di Piala AFF 2016 sebagai tim utama.

Pemain jebolan Deportivo Indonesia ini menuturkan, bakal mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya di semifinal, bahkan hingga ke final nanti. Abduh bukanlah pemain asing bagi Riedl, karena dia adalah salah satu pemain yang menjadi pilihan utama Riedl sat seleksi kemarin.

Abdduh yang kini bermain untuk PS TNI akan mati-matian berjuang di laga semifinal hingga final, guna memberikan kemenangan sebagai kado untuk Indonesia. Pemain bola asal Maluku ini juga kini aktif sebagai anggota TNI.

Selain Abduh Lestaluhu dan Manahati Lestusen, ada juga nama-nama pemain Timnas Indonesia dari Maluku, seperti Stefano Lilipaly dan Zulham Zamrun. Provisin Maluku adalah salah satu daerah pemasok pemain bola terbaik di Indoensia, dan sebagian besar berasal dari daerah Maluku Tengah.

Warga Indoensia akan menunggu usaha para bintang Indonesia di laga semifinal nanti, semoga berhasil menjadi sang juara, serta membuat sejarah baru untuk Indoensia. (Fajar Malteng)

Komentar

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top