Oh Nahla… Remaja asal Negeri Sepa Ini Menanti Keajaiban Melalui Tangan-tangan Dermawan – Fajar Malteng
News

Oh Nahla… Remaja asal Negeri Sepa Ini Menanti Keajaiban Melalui Tangan-tangan Dermawan

FAJAR MALTENG MASOHI, Nahla Namma (14), remaja asal Negeri Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah ini, hari-harinnya hanya bisa meringis kesakitan akibat tumor ganas yang menyerang bagian kaki kirinya.

Ditemui awak media di kediamannya, Kompleks Tengah Negeri Sepa, Senin (13/3), Nahla begitu tegar menghadapi kenyataan pahit itu.

fajar-malteng-apps-android

Meskipun hanya terbaring di kamar kecilnya berukuran 4×5 meter, Nahla  bahkan masih mempunyai cita-cita  yang begitu besar.

Ia berharap ada keajaiban melalui para tangan-tangan dermawan, baik dari Pemerintah Daerah mau pun dinas terkait untuk meringankan penyakit yang dideritanya.

“Mudah-mudahan ada bantuan pemerintah, supaya beta (saya) bisa belajar dan sembuh dari penyakit,” harap Nahla dengan meneteskan air mata.

Hari-hari yang ia lewatkan selaman 3 tahun terserang penyakit ganas itu, Nahla tetap giat belajar, Ia lewatkan hari-harinya dengan membaca buku.

“Ia saya selalu belajar. Ingin sembuh agar bisa sekolah lagi, saya ingin jadi guru,” katanya dengan wajah yang pilu.

Nahla di mata guru wali kelasnya dikenal siswi yang sangat rajin dan hampir tidak pernah absen di sekolah dan  Ia juga merupakan  salah satu siswa cerdas.

“Ia sangat rajin masuk sekolah saya mengenalnya orang yang pintar diantar temannya. Kemaun menjadi orang pintar,  ia selalu membaca buku,” tutur Abdullah Tihurua, Wali Kelas Nahla Namma, pada MTs Muhammadiah Sepa.

Menurut keterangan orang tuanya,  Abdul Karim Namma (49), Nahla mulai merasakan gejala tumor ganas itu pada 2015 lalu, namun mereka tidak tahu jika hal tersebut merupakan gejala tumor ganas.

“Gejalanya sudah lama terjadi. Ia sering menjerit kesakitan di kaki bahagian kiri. sehingga harus dipijat dulu baru ia legah.” Tutur Abdul Karim Namma.

Pada September Tahun 2015 kata Karim, Nahla Sempat dibawa periksa ke Dokter RSUD Masohi, namun dianjurkan untuk ke Dokter ahli tulang.

Sebulan kemudian Nahla diantar ke Kota Ambon, bersama istri (Bidara Sopalatu, 44.) Serta ditemani anggota Generasi Sehat Cerdas (GSC) Jasmin Sangaji untuk menjalani pemeriksaan di RSUD Haulussy Ambon.

” Ternyata menurut dokter bahwa (Nahla menderita) tumor ganas,” jelasnya Karim.

Dikatakan, dokter Ahli Tulang, dr. Wijaya, menganjurkan harus diamputasi namun saat itu dokter memperkirakan biayanya sebesar Rp 200 hingg Rp 300 juta bahkan bisa tembus Rp 400 juta rupiah.

“Dokter bilang bahwa harus amputasi sementara katong (kami) tidak punya biaya. Beta (saya) hanya petani biasa demikian istri. dokter sarankan ke bandung kemoterapi. Saya tanya kemoterapi biayanya berapa kata dokter, bisa 200 sampai 300 juta. Lalu biaya amputasi dokter bilang sekitar 100 juta,” tutur karim.

 

Apalah daya bagi kedua orang tua Nahla yang hanya berprofesi sebagai petani. Uang Rp 400 juta merupakan jumlah yang begitu besar bagi keduanya.

“Saya harap ada bantuan Pemerintah Daerah dan pusat atau pun para dermawan lainnya untuk bantu (biaya operasi) Karena dia (Nahla) masih butuh pendidikan yang layak sama seperti teman temannya. Agar bisa dapat cita citanya lebih tinggi,” tutur Karim dengan raut wajah sedih. (kayum/FM).

 

Komentar

comments

Click to comment
To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!