Seribu Doa dari Puluhan Penghafal Quran Buat Nahla Namma – FAJAR Malteng
Pariwisata

Seribu Doa dari Puluhan Penghafal Quran Buat Nahla Namma

FAJAR MALTNEG, JAKARTA – Minggu (25/3) pukul 22.00 WIB di pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat. Puluhan anak muda yang tergabung dalam Sahabat Nahla, menggelar seribu doa buat perempaun remaja yang saat ini sedang terbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat.

Anak-anak muda ini tak mengenal Nahla Namma, penderita kanker ganas asal Desa Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Jangankan Nahla, orang tua remaja itu juga tak dikenal. Mereka hanya mengenal lewat media-media sosial soal penderitaan perempuan yang masih duduk di bangku sekolah tingkat pertama itu.

fajar-malteng-apps-android

Media sosial ramai meberitakan derita Nahla, yang tanpa waktu menanggung sakit kanker yang menyerang kakinya. Dia (Nahla-red) tetap kuat menghadapi sakit itu sendiri selama bertahun-tahun. Kini, anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Beta Institut, Rumah Quran Goran Riun, Rumah Quran Utan Kayu, Komunitas Forkombat itu turun langsung untuk mengurangi beban yang dipikul oleh Nahla dan keluarganya.

Pelataran TIM memang menjadi tempat nongkrongan favorit anak-anak muda di Jakarta. Komunitas yang diisi oleh perempuan-perempuan penghafal Al-Quran ini memanfatkan lokasi itu untuk memanjatkan doa bagi Nahla, serta penggalangan dana dari para pengunjung dan dermawan yang kebetulan lewat di kawasan TIM.

Doa dan lantunan puisi terus menggema di kawasan TIM. Mereka tak perduli dengan bising suara sepeda motor atau mobil, bahkan tak terganggu dengan hilir mudik pengunjung hingga pengamen yang melintas. Mereka tenggelam dalam untaian doa untuk sang Rab penguasa alam ini.

Mereka mendoakan orang yang bukan keluarga mereka dari satu rahim. Tapi, Nahla bagi mereka adalah keluarga dekat mereka yang pantas mendapat perhatian dan bantuan untuk mengurangi beban sakitnya.

Penggagas kegiatan Seribu Doa buat Nahla, Lisa Arief Hanubun mengungkapkan, masalah Nahla adalah tanggung-jawab bersama. Tanggung-jawab untuk mewujudkan cita-cita mulai Nahla. “Nahla adalah tanggung-jawab bersama. Cita-citanya menjadi guru sangat mulia, dan sepantasnya kita mewujudkan cita-cita itu,” kata Lisa di sela-sela kegiatan.

Buat Lissa, bukan masalah nominal yang kita cari untuk membantu Nahla dan keluarganya. Namun, ini sebagai satu komitmen kemanusiaan dari anak muda asal Maluku di Jakarta. “Derita Nahla adalah derita kita semua,” ucapnya.

Mahasiswa Pasca Sarjana ini juga mengakui, banyak yang ingin mentransfer bantuan ke Nahla lewat rekening, tetapi mereka mengarahkan langsung ke orang tua Nahla. “Sejauh ini ada yang komunikasi mau transfer, tapi kami arahkan untuk langsung ke keluarga Nahla saja,” akuinya.

Aktifis perempuan Himpunan Mahasiswa Islam ini melanjutkan, dana yang didapatkan dari penggalangan dana semalam akan langsung diserahkan ke orang tua Nahla di rumah sakit. “Insya Allah besok Sahabat Nahla di Jakarta ke RS Dharmais untuk jenguk Nahla, sekaligus kasih bantuan hasil aksi semalam,” lanjutnya.

Lisa juga berharap, semoga ada tangan-tangan dermawan ikut membantu meringankan beban Nahla lewat sedekah mereka karena kemanusiaan. Selain itu, kegiatan semacam ini jangan berhenti di Nahla. Tetapi berlanjut ke kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya.

“Semoga kebersamaan ini terus berlanjut. Jangan berakhir di Nahla, dan jangan sampai ada Nahla-nahla lain di Maluku,” harapnya. (FM)

Komentar

comments

Click to comment
To Top