Rumah yang Nyaris Roboh itu, Dihuni oleh Keluarga Kecil yang Memprihatinkan – FAJAR Malteng
News

Rumah yang Nyaris Roboh itu, Dihuni oleh Keluarga Kecil yang Memprihatinkan

Laporan Tabran Rumonin/ Fajar Malteng

FAJAR MALTENG-  MASOHI, Gubuk kecil berukuran 3 x 4 meter itu dihuni oleh keluarga kecil yang hidup cukup memprihatinkan di Dusun Siholo, Negeri (desa) Tamilou Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah (malteng).

Beratap pelepah sagu yang sudah bolong, dinding tripleks yang nyaris ambruk, berlantai tanah dengan kondisi rumah yang begitu acak-acakan, rumah itu dihuni oleh pasangan suami Istri dan kelima anaknya.

fajar-malteng-apps-android

Adalah La Ode Madi (49),   dan Habiba Wailissa (41), serta kelima anaknya, harus tegar menjalani kehidupan dalam kemiskinan.

Belum lagi masalah kesehatan yang menimpah sang Istri, Habiba Wailissa atau yang biasa dipanggil Biba, membuatnya sempat putus asah. Ia hanya bisa bermimpi mendapat perhatian dari pihak Pemerintah Daerah.

Ada juga sang anak yang mengalami cedera akibat patah kaki pada 20 tahun silam, pekerjaan sang suami yang tak menentu, kadang makan, terkadang harus menahan lapar sehari penuh.

Penyakit yang dialami Biba, membuatnya sempat menjalani pengobatan di Desa Induk Tamilou, namun belum genap setahun, program yang ia jalani harus terhenti lantaran Puskesman di mana dia mengikuti program ini mengaku kehabisan obat sehingga harapan untuk sembuh dari penyakit menahun ini pun pupus.

Tak sampai disitu usahanya untuk sembu dari penyakitnya itu, bersama suami, Biba sempat menjalani rawat inap di RSUD Masohi, namun kesembuhan seolah belum memihak lantaran biaya pengobatan yang amat tinggi. Ia dengan keadaan terpaksa meminta pulang akibat sudah tak punya biaya untuk bertahan di rumah sakit.

“Pernah masuk rumah sakit, tapi seng ada uang (tidak punya biaya) jadi beta (saya) keluar,” ujar Biba dengan wajah teduh saat ditemui Fajar Malteng, Pada Minggu, (17/4) kemarin.

“mudah-mudahan pemerintah masih peduli kehidupan masyarakat kecil seperti beta (saya), sebab selama ini katong seng pernah dapat program pemberdayaan, jadi mudah-mudahan saja dong (pemerintah) masih mau liat katong,” imbuh sang suami Madi.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Maluku Tengah, berjanji akan gelontorkan sebanyak Rp 4 miliar dari APBD tahun 2017 untuk realisasi program rumah tidak layak huni. Dan tercatat ada 300 unit rumah yang ditargetkan bakal mendapat perhatian tahun ini.

“Ia kita tahun ini akan melakukan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni sebanyak 300 unit, dengan total anggaran Rp 4 miliar lebih dan ini merupakan sumber dana APBD Malteng 2017,”kata Agam Pellu, Plt Kepala Dinasa Perumahan dan Permukiman Malteng, di ruang kerjanya, para Rabu, (19/04), kemarin.

Harapannya, semoga Pemerintah bisa memasukan rumah keluarga ini dalam program rehabilitasi rumah tidak layak huni pada tahun ini.  (Tabran/FM).

 

Komentar

comments

Click to comment
To Top