Sssst….! Jaksa Bidik Serampangan Penggunaan Dana Panwaslih Malteng? – FAJAR Malteng
News

Sssst….! Jaksa Bidik Serampangan Penggunaan Dana Panwaslih Malteng?

Laporan Tim Fajar Malteng

FAJAR MALTENG, MASOHI- Kabar beredar dan telah menjadi konsumsi publik, ada dugaan Penggunaan dana Pengawasan Pilkada Maluku Tengah 2017, oleh Panwaslih Malteng Pimpinan Stenly Mailissa, dan kini sudah menjadi perhatian Kejaksaan Maluku Tengah.
Ya, saat ini Jaksa telah melakukan Telaah atau sedang mengupas informasi yang sedang frontal di media terkait dugaan penyalagunaan dana Panwas Malteng yang mendekati Rp.11 Miliar itu.

Tak hanya itu, jaksa juga sedang menggarap bukti penyalagunaan seperti yang divulgar LSM Kodrat dan LSM Lainnya.

fajar-malteng-apps-android

“Ia, kita sudah membuat telaah terkait persoalan dana Panwaslih dan sebentar lagi akan dinaikan ke Kajari,” tukas Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Malteng, Gabriel Ubleuw, Kamis (20/04) di ruang kerjanya.

Ditanya apakah informasi dugaan penyalagunaan tersebut, berpeluang dibidik Adhyaksa pimpinan Sitorus? Ubleuw mengatakan tergantung keputuaan Kajari,”

“Kita lihat nantinya, apa telaah ini akan diputuskan untuk ditindaklajuti atau tidak, kita sedang melakukan pengumpulan bukti seperti yang diberitakan” Tambahnya.

Ketua Panwaslih Malteng, Stenly Mailissa sampai skrang dihubungi Media belum ada tanggapan. Meski begitu, informasi yang diperoleh, Stenly dua kali menghubungi oknum Jaksa menanyakan perihal laporan dugaan penyalahgunaan dana Panwas.

Seperti diketahui, terhendusnya penyalahgunaan wewenang perekrutan pegawai Panwas berawal dari terungkapnya keponakan, Ketua Panwas Stenly Maelissa Clara Soukotta, Ia dikabarkan menerima
gaji dalam dengan status sebagai staf pegawai Panwasli Malteng, padahal Clara mengaku tidak pernah kerja dan tidak pernah menerima gaji.

Selain itu penyimpangan anggaran bernilai hampir 11 miliar rupiah itu kembali terendus. Istri Ketua Panwasli Malteng, Bencelina Soukotta kabarnya mengunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan kapasitas sebagai staf panwas dalam suatu agenda di Bali.

Lembaga Adhoc Pimpinan Stenly Mailissa ini juga diduga kuat telah menghabiskan Rp.10,8 Miliar Hibah Pemda ini untuk Pilkada Malteng 2017 yang hanya diikuti satu pasangan calon.

Jika Pilkada 2012 dengan anggaran Rp.4,6 Miliar ada pengembalian Rp.1 miliar padahal pilkada kala itu 2 putaran.

Sementara peningktan anggaran Hiba Panwaslih 100 % lebih ini diduga kuat terpakai habis. Rasionalkah? silahkan pembaca menilai. (+/FM).

Komentar

comments

Click to comment
To Top